Perbedaan Ta'aruf dan Pacaran - Mata Laki

Perbedaan Ta'aruf dan Pacaran




PERBEDAAN TA'ARUF DAN PACARAN :
.
1. Di Mata Allah
Di mata Allah, pacaran adalah salah satu perbuatan yang mendekati zina. 
Sebab, di dalam hubungan bernama pacaran itu, semua bentuk zina bisa ditemukan.
Zina hati, zina mata, zina tangan, zina kaki, zina mulut, dan zina yang terbesar yakni zina farji. Sobat muslim tahu tidak, jika zina itu adalah salah satu dari tujuh dosa besar di dalam islam. Naudzubillahimindzalik.
.
Bagaimana dengan ta'aruf?
Ta'aruf justru disyariatkan dalam islam, sebelum memulai suatu hubungan bernama pernikahan. Rasulullah menyarankan agar kita mengenal calon pasangan hidup kita, bagaimana agamanya, akhlaknya,wajahnya, keturunannya, dan lain sebagainya.
Kalau tidak ta'aruf dikhawatirkan kita akan menyesali pilihan kita itu nantinya.
Tentu dalam bertaaruf ada rambu-rambu yang harus diketahui dan dijalankan, agat tidak sama pengertiannya antara ta'aruf dan pacaran.
_________
2. Tujuan
Tujuan ta'aruf sudah jelas, yakni untuk menikah. Sedangkan tujuan pacaran itu bisa macam-macam.
.
Coba kamu tanyakan ke teman-teman yang sudah punya pacar atau bahkan kamu sendiri; apakah benar tujuan kalian pacaran untuk menikah? Nah lho…
________
3. Jangka Waktu
Jangka waktu ta'aruf maksimal 3 bulan, tentu jika LEBIH CEPAT MAKA LEBIH BAIK.
Kenapa harus dikasih batas waktu?
Karena jika terlalu lama, dikhawatirkan hati kita akan ternodai dan justru melanggar larangan Allah, selain itu jika lama namanya bukan taaruf tapi pacaran.
.
Kalau pacaran jangka waktunya berapa? Pacaran itu tidak ada batas waktu kan?
Kamu tidak tahu kapan masa pacaranmu berlangsung.
Ada yang pacarannya sampai sembilan tahun, ada juga yang cuma satu minggu.
_________
4. Dilihat dari Kesiapan Mental
Orang yang sudah berani untuk ta'aruf, berarti mentalnya sudah lebih siap untuk menikah, daripada orang yang pacaran.
Kenapa? Ya, karena tujuan ta'aruf sudah jelas untuk menikah.
Jadi, tidak ada unsur main-main lagi di sini. Orang yang menjalaninya sudah benar-benar yakin bahwa dia ingin menikah.
Sementara itu, orang yang pacaran belum tentu sudah siap menikah, karena toh tujuannya pacaran tidak selalu untuk menikah.
_________
5. Pengaruh Terhadap Hati
Berlama-lama menjalin hubungan dengan lawan jenis, akan mengotori hatimu.
Mungkin awalnya biasa saja, tetapi setelah melihat banyak kelebihannya ketika sedang berinteraksi, kamu menjadi terpesona.
.
Yup! Itulah yang terjadi kalau kamu pacaran. Hubungan yang terjalin lama akan mengeratkan hati kalian, padahal kalian belum tentu menikah. Sedangkan ta'aruf belum tentu.
Jangka waktu ta'aruf yang hanya sebentar, tidak akan terlalu berpengaruh terhadap hatimu. Kalau taarufnya tidak jadi, tidak akan nangis Bombay, karena hasil taaruf benar-benar murni keputusan Allah semata.
_________
6. Lebih Menjamin Kebenaran Informasi
.
Jawab dengan jujur,ya:
🌸 Ketika pacaran, apakah kamu menyembunyikan semua kekuranganmu?
🌸 Ketika pacaran, apakah kamu menampilkan semua kelebihanmu?
🌸 Ketika pacaran, apakah kamu menyembunyikan semua kebiasaan jelekmu?
🌸 Ketika pacaran, apakah kamu menampilkan semua kebissaan baikmu?
.
Jika jawabannya YA,
berarti kamu memang benar-benar hanya ingin pacarmu tahu yang terbaik darimu saja.
.
Beda dengan ta'aruf.
Kamu dilarang berbohong dan wajib menceritakan dirimu apa adanya, di daftar biodata, kamu bahkan bisa mendapatkan beberapa hal yang bisa menjelaskan siapa calonmu itu sebenarnya, seperti: karakter (sifat baik dan sifat buruk) mu atau bahkan penyakit yang pernah diderita.
Pada saat ta'aruf, justru kamu akan lebih banyak mengetahui tentang calonmu.
_________
7. Perantara atau Mediator
Perantara atau mediator sangat dibutuhkan dalam ta'aruf.
Kamu tidak bisa berdua saja.
Mengapa?
.
a. Tidak dapat memberikan lebih banyak informasi tentang dia.
Kalau cuma berdua saja, bisa jadi kamu merasa grogi sehingga tidak jadi menanyakan segala hal yang ingin kamu tanyakan kepada calon pasangan hidupmu.
Ya, kamu sudah menyiapkan bahan pertanyaan, tapi rasa grogi mengalahkan itu semua.
Atau, kamu merasa tidak enak menayakannya, takut dia tersinggung dan sebagainya. Padahal jelas-jelas pertanyaan-pertanyaan itu wajib kamu tanyakan.
.
b. Rentan terhadap Kebersihan Hati
Kalau cuma berdua, semua hal bisa terjadi. Artinya kata-kata yang seharusnya tidak terlontar ketika baru ta'aruf pun bisa terlontar. Apalagi yang laki-laki, sudah takdir kalau laki-laki paling jago membuat rayuan gombal. Rayuan itu tidak ada salahnya dilontarkan, tapi nanti kalau sudah ijab sah.
Kalau belum? Eits, tunggu dulu! Kalau tidak menunggu, bisa mengotori kebersihan hati.
.
c. Tidak Tegas
Seorang perantara akan memberikan jangka waktu kepada calon pasangan suami-istri yang sedang berta'aruf; kapan deadline ta'aruf, kapan ta'aruf selanjutnya, kapan pertemuan dengan orangtua, kapan lamaran,dan sebagainya. Semuanya jadi jelas dan tidak akan berlama-lama.
Berbeda kalau kamu taaruf berdua saja, kamu dan si calon bisa menjadi tidak tegas dalam menentukan deadline ta'aruf, jadwal ta'aruf selanjutnya, pertemuan dengan orangtua, lamaran dan sebagainya.
_________
8. Plus-Minus
PACARAN sembilan tahun, tapi tidak jadi menikah dan ternyata malah menikah dengan orang lain?
Wah, sakit banget kan?
Berikut ini adalah kekurangan hubungan bernama pacaran:
.
a. Membuang Waktu
Kalau kamu tahu bahwa ternyata kamu menikah dengan si B, dan bukan si A yang dulu menjadi pacarmu selama sembilan tahun, maka lebih baik dari dulu kamu pacran dengan si B.
Sayang bukan, kalau ternyata waktu sembilan tahunmu itu hanya kamu gunakan untuk mengenal si A yang ternyata tidak jadi menikah denganmu?
Saat taaruf, kamu tidak akan membuang waktu seperti itu.
Waktu ta'aruf amat dibatasi, sehingga apabila proses ta'aruf mengalami kegagalan, kamu tidak akan membuang waktu sampai bertahun-tahun.
.
b. Membuang Uang
Lazimnya saat pacaran, ada acara jalan-jalan bersama sang doi, apakah itu ke mall, nonton di bioskop, minum kopi di kafe, bahkan mentraktir si doi food court, minimal membelikan donat. Semua itu butuh ongkos.
Belum lagi memberikan hadiah bila pacar ulang tahun dan beli pulsa demi bisa sering-sering menelepon atau mengiri sms ke doi.
Eh, begitu putus pacaran, semua hadiah dikembalikan, yang lebih parah malah dibuang, karena tidak mau mengingat-ingat mantan pacar lagi.
Hmmm..cukup banyak juga biaya yang terbuang ya?
Coba kalau uang itu ditabung untuk biaya menikah?
Lebih bermanfaat bukan?
Tapi pacaran, sudah keluar uang banyak, ternyata tidak jadi menikah dengan si dia.
.
Bagaimana dengan ta'aruf?
Tentu saja kamu tidak perlu keluar uang sepeserpun, kecuali mungkin uang untuk membuat biodata atau cetak foto, hehe.
Namun, tidak semua gaya ta'aruf memakai biodata dan foto.
Ada juga yang langsung berkenalan.
Intinya, ta'aruf tidak memakai biaya terlalu banyak.
.
c. Membuang Tenaga
Mengantar si doi ke mana-mana, sudah tentu butuh tenaga.
Apalagi kalau mengantar belanja, ditambah disuruh untuk bawa barang ini dan itu.
Wah, capek banget kan?
.
Taaruf? Ya, tidak dong.
Kamu dilarang mengantar si dia ke mana-mana kalau baru ta'aruf.
.
d. Korban Perasaan alias Buat Kamu Jadi Baper
Semua juga tahu, saat pacaran kita harus berkorban perasaan.
Pas kangen, pas cemburu, pas sedih, dan lain-lain.
Aduh, sungguh sangat sayang jika perasaan itu tidak diberikan ke orang yang tepat, seperti istri atau suami.
Apalagi kalau kita yang jadi korban putus cinta. Wah, jadi sakitnya tuh di sini kan?
.
Kalau Ta'aruf?
Memang saat ta'aruf, kita juga mungkin akan mengalami korban perasaan saat ta'aruf-mu gagal.
Tapi cuma sedikit dan sebentar kok, dan Insha Allah tidak akan berlarut-larut .
Sebab, taaruf ini niatnya memang karena Allah untuk menyempurnakan agama alias menikah, maka rasa sakit itu akan terobati dengan manisnya pahala yang didapat. Amiin.
.
Nah, sekarang sobat muslim sudah tahu kan bedanya ta'aruf dan pacaran.
Mau tunggu apalagi, segera jauhi pacaran dan jika kamu ingin menikah maka lakukan taaruf. Insha Allah berkah !
_______
📝 Referensi: Taaruf Proses Perjodohan Sesuai Syari Islam. Leyla Hana. PT Elex Media Komputindo

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Perbedaan Ta'aruf dan Pacaran"

Post a Comment