Gagal Paham! Bagaimana Mengartikan Cinta Kepada Dunia - Mata Laki

Gagal Paham! Bagaimana Mengartikan Cinta Kepada Dunia

Orang yang gila dunia urusannya akan jadi sulit. 
Beda kalau seseorang mengutamakan akhirat.  

Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَتِ الآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ غِنَاهُ فِى قَلْبِهِ وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِىَ رَاغِمَةٌ وَمَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهَ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ مَا قُدِّرَ لَهُ

"Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya, Dia akan menyatukan keinginannya yang tercerai berai, dunia pun akan dia peroleh dan tunduk hina padanya. Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai dunia, maka Allah akan menjadikan dia tidak pernah merasa cukup, akan mencerai beraikan keinginannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya." (HR. Tirmidzi, no. 2465. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.)

Apakah berarti kita tidak boleh mencari dunia sebanyak mungkin? 

Abdurahman ibn Auf rodhiallahu anhu ketika meninggal meninggalkan kekayaan senilai 2.560.000 Dinner atau senilai 56.320 Trilliun lebih banyak dari kekayaan billgates 1.200 Trilliun..

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkurban dgn 100 ekor Unta setara dgn 3.5 miliar rupiah, beliau juga menyedekahkan ribuan domba kepada salah satu kepala suku arab badui...

Dan banyak lagi sahabat lainnya yg serupa..

Apakah mungkin orang miskin menyedekahkan harta sebanyak ini dan apakah para sahabat yg mulia dlm kondisi fakir ?

Lalu apakah beliau semua termasuk cinta dunia ? Dan apa yang menjadikannya bisa sekaya itu ?

1. Allahul ghoniyu..Allah lah yang maha kaya dan menghendaki kekayaan bagi manusia..

2. Kekayaan yg Allah berikan karena sebab yg dilakukan oleh manusia manusia sholeh ini

Hukum sebab akibat di isyaratkan oleh Allah azawajalla...KULLU ASBABIN SABABA...

Lalu sebab Apa yang menjadikan akibat kekayaan tsb datang dan kekayaan tsb hilang dari kita ?

Yuk lihat sedekah mereka..
1. Abdurahman ibn Auf menyumbangkan 440.000 dinner,  + 500 ekor Unta + 500 ekor kuda ketika panggilan jihad..

Menyumbangkan seluruh dagangannya ketika Madinah dilanda musim kering dimana barang dagangan yg di sumbangkan nya diangkut dgn 700 ekor Unta..

Membagikan uangnya senilai 640 miliar kepada istri istri Rosulullah salallahu alaihi wassalam setelah Rosulullah salallahu alaihi wa sallam meninggal..

Dan kisah-kisah kedermawanan Rosulullah salallahu alaihi wassalam serta para sahabatnya yg lain...

Apa persamaan mereka kenapa harta mereka berlimpah tetapi Allah muliakan mereka..

2 point penting yaitu Mereka tidak menjadikan Harta mereka masuk dalam hatinya,,, dan kehidupan Akherat lebih di utamakan.

Nah coba cek diri kita kenapa kita selalu dipusingkan dgn duniawi kita...

1. Ketika Allah panggil kita utk sujud...apakah kita melecehkan Nya dgn menundanya, asik dgn urusan dunia kita seolah kita lebih hebat dari Allah, Seolah masalah yang dihadapi bisa selesai dgn akal dan tenaga kita ?

2. Dua Malaikat turun diwaktu pagi yg satu berdoa Gantikanlah orang-orang yang bersedekah hari ini, dan hancurkanlah perniagaan orang-orang yang tidak bersedekah di hari ini.

3. Apakah kita tidur selepas sholat subuh ? Maka hilang lah keberkahan dari do'a Rosulullah salallahu alaihi wassalam ini karena tidur setelah subuh karena begadang malamnya 

Dari sahabat Shokhr Al Ghomidiy, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا

"Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya."

4.ketika Allah datangkan kesempatan untuk melakukan sedekah dan amal sholeh kita menghitung untung ruginya? 


Ada motivasi untuk bersedekah dalam keadaan sehat yaitu disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa ada seseorang yang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu ia berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الصَّدَقَةِ أَعْظَمُ أَجْرًا قَالَ أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ ، تَخْشَى الْفَقْ

رَ وَتَأْمُلُ الْغِنَى ، وَلاَ تُمْهِل

ُ حَتَّى إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ قُلْتَ لِفُلاَنٍ كَذَا ، وَلِفُلاَنٍ كَذَا ، وَقَدْ كَانَ لِفُلاَنٍ

"Wahai Rasulullah, sedekah yang mana yang lebih besar pahalanya?" Beliau menjawab, "Engkau bersedekah pada saat kamu masih sehat disertai pelit (sulit mengeluarkan harta), saat kamu takut menjadi fakir, dan saat kamu berangan-angan menjadi kaya. Dan janganlah engkau menunda-nunda sedekah itu hingga apabila nyawamu telah sampai di tenggorokan, kamu baru berkata, "Untuk si fulan sekian dan untuk fulan sekian, dan harta itu sudah menjadi hak si fulan." (Muttafaqun 'alaih. HR. Bukhari no. 1419 dan Muslim no. 1032).

Dan lainnya spt hubungan silaturahim yang terputus, hubungan dengan orang tua yg buruk, hubungan dengan Istri yg buruk / akhlak, muamalah orang lain yang buruk, masih adanya unsur haram dlm harta kita (riba dan sejenisnya spt Credit card, leasing, dll)


YUK INTROSPEKSI DIRI KITA APAKAH KITA CINTA DUNIA DAN JAUH DARI ALLAH ?

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Gagal Paham! Bagaimana Mengartikan Cinta Kepada Dunia"

Post a Comment