KRITIK PEDAS KANG DEWA UNTUK BUKU UNDERSTANDING BUSINESS - Mata Laki

KRITIK PEDAS KANG DEWA UNTUK BUKU UNDERSTANDING BUSINESS




"Hahaha... Nerbitin buku Understanding Business tapi kok gak understanding business!"

JLEB!! Nusuk... Berbekas di hati... ^_^

Begitulah kalimat kritikan sekaligus sentilan Saya pada tim Marketing di Billionaire Store di grup Telegram khusus waktu itu.

Kenapa Saya tiba2 Saya ngomong kaya gitu?

Karena Saya melihat report sales penjualan buku tersebut yang belum signifikan, seperti buku-buku terbitan Billionaire Store lainnya.

Awalnya Saya mengira buku perdana Kang Rendy di Billionaire Store akan tembus angka penjualan hingga 20.000 eksemplar. Bahkan, memecahkan rekor launch buku Saya pribadi di angka 15.000 eksemplar. Tapi nyatanya?

Yuk kita bahas kenapa Saya memberikan kritikan ini... Dan kenapa Anda harus "berpikir ulang" untuk membelinya.

Kebetulan, beberapa waktu yang lalu Saya ada ngisi kelas online #BerbisnisTulisan bersama Tendi Murti dan Indari Mastuti. Saat itu, topik yang Saya bawakan terkait 10 ANATOMI BEST SELLER dan FORMULA LARIS SEBELUM LAUNCHING.

Nah, dilihat dari hasil analisa "ngawur" Saya, kenapa buku UNDERSTANDING BUSINESS belum nyentuh angka Best Seller disebabkan oleh banyak hal, diantaranya:

Jika ditinjau dari 10 Anatomi Best Seller, buku ini menyalahi aturan:

(1). Judul yang Nyeleneh
(2). Daftar Isi yang Bikin Kepo
(3). Tetimoni Tokoh yang Nonjok
(4). Sinopsis yang Menghipnotis
(5). Gaya Bahasa yang Mudah Dicerna

(Lima anatomi lainnya InsyaAllah sudah memenuhi Anatomi Best Seller)

Yuk kita bedah satu per satu...

Pertama, JUDUL YANG NYELENEH.

Kenapa harus nyeleneh? Agar menjadi "Faktor Henti" saat orang-orang scrolling di timeline Facebook.

Kecuali nama Anda sudah besar atau terkenal, judul buku yang biasa-biasa saja juga tidak akan jadi masalah, karena emang sudah punya nama.

Lha kalau judul bukunya adem ayem biasa aja tanpa mampu menghentak calon pembaca berhenti, mengambil, dan memutuskan beli buku Anda, mana bisa? Udah mah namanya belum terkenal. Hehehe :sweat_smile: #JANGAN-BAPER

Maka, diperlukan judul yang memenuhi 5 kaidah berikut ini:

1. Bombastis
2. Kontroversi
3. Rahasia
4. How To
5. New Concept

Bahas satu per satu lagi yuk...

1. BOMBASTIS: ya bombastis, lebay, sensasional

Contoh:
- Dijamin Penghasilan 10 Juta Per Bulan
- Dongrak Omset Miliaran dengan Tim Penjualan
- Tembus Omset 100 Juta Modal BlackBerry
- Cara Cepat Beli Rumah Tanpa Hutang Tanpa KPR

Buku Saya di awal-awal, banyak menggunakan judul model kaya gini. Misal: Tembus Omset 100 Juta Modal BlackBerry.

Yang terpenting, isinya jangan mengecewakan. Judul harus mencerminkan isinya.

Ini terkait konten atau isi yang Anda tuliskan di buku tersebut. Kudu nyambung, jangan over promise under deliver.

Alias, jangan janji busuk di muka, tapi miskin dampak. Isinya sampah...

2. KONTROVERSI: ya kontroversi, melawan arus, tengil.

Contoh:
- Orang Miskin Dilarang Sekolah
- Ternyata Akhirat Tidak Kekal
- Selingkuh Itu Indah
- Tuhan, Maaf Kami Sedang Sibuk
- Sex in the Kost
- Kita Mesti Telanjang
- Marketing is Bullshit!

Dari contoh-contoh di atas, udah kelihatan banget judul yang dipakai sangat kontroversi. Misal: buku Ahmad Rifai Rifan yang judulnya, "Tuhan, Maaf, Kami Sedang Sibuk".

Sekilas baca judul tersebut, kok berani-beraninya nantangin tuhan. Kontroversi banget. Tapi... LAKU KERAS di pasaran.

Saya rasa, yang kontroversi mah udah pada ngerti ya? Alhamdulillah.

3. RAHASIA: ya rahasia, sesuatu yang belum diketahui banyak orang, penasaran.

Contoh:
- 7 Keajaiban Rezeki
- 10 Jurus Terlarang!
- The Secret of Self Made Millionaire
- 10 Greatest Advertising Secrets
- Rezeki Level 9

Judul-judul tipe ini biasanya membuat banyak orang penasaran. Efek penasaran inilah yang dimainkan agar orang mau beli.

Ingat, penasaran = pemasaran. Makin penasaran, makin laris di pasaran.

4. HOW TO: ya how to, step by step, cara ngelakuin sesuatu

Contoh:
- Easy Copywriting
- 30 Hari Jago Jualan
- How to Get The Future
- Agar Cinta Bersemi Indah

Tema ini mirip-mirip dengan yang rahasia, bedanya lebih dapat diindera dan jelas banget step by stepnya. Lebih terbuka..

Banyak banget buku-buku Best Seller dengan judul How To ini. Kenapa? Karena solutif banget.

5. NEW CONCEPT: ya new concept, konsep baru, istilah baru, ilmu baru, penemuan baru, racikan baru.

Contoh:
- Cashflow Quadrant
- Gara-Gara Facebook
- Success Protocol
- Marketing Revolution
- Jodoh Dunia Akhirat

Biasanya, jusul new concept ini ditulis oleh penulis-penulis berpengalaman.

Mereka membukukan pengalaman dan kisahnya, ditulis dalam bentuk buku, lalu menggunakan judul baru. Begitu...

Itulah kaidah yang mesti ada dalam judul buku. Bagaimana dengan buku Understanding Business? New Concept kah?

Sayangnya... Untuk buku perdana di Billionaire Store, ini tidak direkomendasikan, KECUALI karya-karya sebelumnya terbukti laris di pasaran.

"Kan Saya gak mau bombastis?"

Ya itulah yang namanya Ego Centric. Padahal buku Best Seller harus didasari dari Market Centric: apa maunya market, kita tulis. Bukan menulis buku yang MENURUT KITA market mau. Itu hanya seperti "Onani/Mastrubasi" untuk memuaskan nafsu sendiri. Hasilnya? Begitulah...

Kedua, DAFTAR ISI YANG BIKIN KEPO.

Daftar isinya harus membuat penasaran. Sekali lagi: Penasaran = pemasaran

Jangan buat daftar isi yang gampang ketebak. Basi!

Kecenderungan, orang lihat isi buku dari daftar isinya. Kalau daftar isinya buat kepo, cenderung penasaran dan kepengen tahu isinya.

Bagaimana dengan buku Understanding Business? Daftar isinya gak terlalu bikin orang penasaran. Malah, terkesan bahasanya berat dan membingungkan. Cek saja!

Ketiga, TESTIMONI YANG NONJOK.

Makin banyak testimoninya, makin dipercaya bukunya.

Testimoninya bagus2, isinya berarti beneran bagus.

Begitulah market menilai. Maka penting kita mencantumkan testimoni atau endorsement tokoh terkenal yang terkait dengan target market kita

Dulu Saya punya kebiasaan, pas awal-awal nulis, nulis 100 nama tokoh yang bakal Saya bidik untuk dimintai testimoninya. Saya kontakin satu-satu via email...

Didapatlah testimoni mereka. Saya gunakan untuk mendongkrak promosi. Hasilnya? Bagus banget.

Bagaimana dengan buku Understanding Business? Tidak ada testimoni sama sekali. Mungkin kepedean bakal laku keras. Hehehe...

Keempat, SINOPSIS YANG MENGHIPNOTIS.

Bahasa yang digunakan mesti benar-benar membuat orang lain terpengaruh. Jangan datar-datar aja, bahkan membingungkan.

Ingat, kesan pertama sangat menentukan selanjutnya. Kalau kesan pertamanya buruk, begitulah selanjutnya. Naas hasilnya...

Kelima, GAYA BAHASA YANG MUDAH DICERNA.

Jelas, gaya bahasa yang digunakan harus benar-benar disukai market, BUKAN disukai penulisnya.

Jangan bergaya menggunakan istilah aneh-aneh, atau bahasa inggrisan, kalau sekiranya malah membuat market kebingungan.

..dan masih banyak lagi

Itu baru analisa Saya dari Anatomi Best Sellernya. Dimana... kalau sudah keluar dari anatomi tersebut, sulit memperbaikinya, kecuali merombak bukunya dan rebranding ulang. Gak mungkin..

Lantas, apa lagi yang menyebabkan buku Understanding Business ini belum Best Seller waktu itu?

Dilihat dari Formula Laris Sebelum Launching hasil uji coba Saya, maka buku ini patut dievaluasi dari segi:

(1). Persiapan Matang
(2). Pre-Launch Panjang

(Empat formula lainnya InsyaAllah udah menenuhi syarat)

Yuk kita bahas lagi satu per satu...

Pertama, PERSIAPAN MATANG.

Sejauh yang Saya amati, waktu itu persiapan launching buku Understanding Business tidak begitu matang. Ini dapat dilihat dari ketersediaan marketing tools untuk para reseller yang diberikan telat. Gak hanya itu, video trailer buku ini pun baru muncul baru-baru dekat hari-H. Alhasil, Saya dapat mengatakan bahwa persiapannya kurang matang, tidak seperti buku-buku sebelumnya.

Kedua, PRE-LAUNCH PANJANG.

Karena videonya baru kelar akhir-akhir masa persiapan, pada proses pre-launch hanya dilakukan sebentar saja. Efeknya? Proses pembangunan awareness di mata market kurang begitu bagus. Gak hanya itu, proses nabung audience di FB Ada juga jadi dikit. Kalau audiencenya dikit, tentu potensi buyernya dikit.

-----
Huffh...
Panjang juga ya tulisan Saya kali ini.
-----

Terlepas dari semua kritikan Saya tersebut di atas...

UNTUNGNYA.. (Alhamdulillah)

Saya mengenal dekat sosok pribadi Rendy Saputra

Anda yang sering mengikuti tulisannya di Facebook, tergabung dalam member SBDKK-nya, pernah menonton videonya, dan pernah mengikuti seminarnya

...tentu Anda akan PAHAM bahwa ekpektasi buruk mereka tidak akan seperti kenyataan.

Maksudnya?

Mereka yang mengira bahasanya sangat berat, akan mendapati tulisan-tulisan dalam buku ini sangat ringan...

Mereka yang menganggap bukunya gak berisi, justru akan menemukan ilmu-ilmu baru yang tidak akan Anda dapatkan di buku lainnya...

Mereka yang berpikir bahwa bukunya gak praktis, malah akan terbayang secara gamblang action di bisnisnya kaya apa...

Karenanya...

Anda harus "berpikir ulang" untuk membelinya.

Anda yang awalnya berpikir gak butuh, justru akan sangat membutuhkannya.

Anda yang awalnya berpikir gak menarik, justru sangat menarik untuk dipelajari isinya.

Anda yang awalnya berpikir isinya kulit, justru akan berpikir bahwa bukunya Daging Abis!

Bagus... (Alhamdulillah)

Makin Anda membaca status ini, makin Anda berpikir untuk memiliki bukunya.

Selagi ada waktu dan promo Diskon 30% belum habis, silakan klik  disini atau pesan via WA ke 0856-2133-642

Satu-satunya alasan kenapa Anda harus segera membelinya sekarang adalah

......SIFAT MANUSIA YANG SERING LUPA

Awalnya mau beli, eh gak jadi, tiba-tiba harga naik. Nyesel... Hanya karena gara-gara lupa dan SUKA MENUNDA. Maklum, manusia.

Sering ngalamin kaya gitu? Nah, itu dia.

Yuk ikut Promo buku ini sekarang, sebelum kelupaan.

Dan bagi Anda yang sudah ikut Promo Diskon 30% ini, silakan komen di kolom komentar dengan bilang "DONE".

MAU? Yuk! Tunggu apa lagi.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "KRITIK PEDAS KANG DEWA UNTUK BUKU UNDERSTANDING BUSINESS"

Posting Komentar