BERPACULAH DENGAN WAKTU UNTUK BERIBADAH KEPADA ALLAH, KARENA UMUR PADA HAKIKATNYA BERKURANG - Mata Laki

BERPACULAH DENGAN WAKTU UNTUK BERIBADAH KEPADA ALLAH, KARENA UMUR PADA HAKIKATNYA BERKURANG



السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sebagai orang beriman yang yakin akan kehidupan yang sesungguhnya tentunya kita tidak akan membiarkan sisa umur kita akan berlalu begitu saja.

Walaupun secara hitungan matematis semakin bertambah, umur manusia pada hakikatnya semakin berkurang. Karenanya perlu kita mensyukurinya dan memanfaatkan sebaik-baiknya.

Berbincang tentang umur maka sangat erat kaitannya dengan masalah kematian. Umur dan kematian bak dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Maka sebaik-baiknya nasehat adalah nasehat kematian, karena kematian adalah rahasia Allah Rabbul 'Alamain. Tidak satupun diantara kita yang mengetahuinya. Ia (kematian) bisa datang kapan saja dan dimanapun kita berada.

Allah ﷻ berfirman:

لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ‌ۚ إِذَا جَآءَ أَجَلُهُمۡ فَلَا يَسۡتَـٔۡخِرُونَ سَاعَةً۬‌ۖ وَلَا يَسۡتَقۡدِمُونَ (٤٩)

"….Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan (nya)." (QS: Yunus: 49)".

Bila kita perhatikan dengan cermat, manusia itu pada hakikatnya adalah pengendara di atas punggung kuda. Ia menempuh perjalanan hidupnya hari demi hari, menjauhi dunianya dan mendekati liang kuburnya.

Ada seorang alim yang menyatakan keheranannya,
"Aku heran terhadap orang yang menyambut dunia yang sedang pergi meninggalkannya, tetapi malah berpaling dari akhirat yang sedang berjalan dengan pasti menuju kepadanya".

Kadang-kadang kita juga heran dengan sikap kita sendiri. Kenapa kita mudah menangis bila harta benda kita berkurang? Sebaliknya kita tidak pernah menangis bila usia kita berkurang tanpa melakukan sesuatu yang bermanfaat buat bekal kita di akhirat nanti. Bukankah tidak ada yang lebih bernilai bagi manusia selain usianya? Ironisnya lagi kehilangan usia ini malah kita rayakan dengan semeriah mungkin. Barangkali inilah satu-satunya kebodohan manusia yang bersifat universal, yaitu merayakan dengan meriah atas hilangnya sesuatu yang sangat berharga bagi dirinya.Padahal semua orang mengerti, bahwa waktu yang hilang ini benar-benar menguap dan TIDAK AKAN PERNAH KEMBALI LAGI..!"

Ada lagi yang aneh pada diri kita, yaitu kita mau berjuang mati-matian mengerahkan seluruh daya dan potensi yang ada untuk mendapatkan sesuatu yang belum pasti kita peroleh,sementara untuk hal yang sudah pasti akan terjadi, kita hadapi dengan usaha yang sekedarnya saja. Bukankah satu-satunya kepastian bagi manusia itu adalah kematian? Tidakkah kita sadari bahwa sebenarnya kita semua sedang berkarya dalam batas hari yang pendek di dunia untuk hari-hari yang abadi di akhirat?

Lalu mengapa kita selalu cenderung membangun istana duniawi sedangkan istana akhirat kita abaikan?

Ada perkataan seorang bijak yang sangat baik untuk kita renungkan, perkataan itu adalah perkataan Ibnu Mas'ud radhiallahu 'anhu, yang mana ia berkata:

ﻣﺎ ﻧﺪﻣﺖ ﻋﻠﻰ ﺷﻲﺀ ﻧﺪﻣﻲ ﻋﻠﻰ ﻳﻮﻡ ﻏﺮﺑﺖ ﴰﺴﻪ ﻧﻘﺺ ﻓﻴﻪ ﺃﺟﻠﻲ ﻭﱂ ﻳﺰﺩ ﻓﻴﻪ ﻋﻤﻠﻲ.

"Tiada yang pernah kusesali selain keadaan ketika matahari tenggelam, ajalku berkurang (usia bertambah), namun amalanku tidak bertambah."
[Lihat Miftahul Afkar dan Mausu'ah khutab Al-Mimbar].

Mengapa kita biarkan umur kita berlalu begitu saja tanpa melakukan sesuatu yang berarti? Apakah sudah demikian parahnya kebodohan kita, sehingga rela menghabiskan modal yang paling bernilai untuk sesuatu yang tidak bernilai? Bukankah kita harus mempertanggung jawabkan setiap menit yang berlalu? 

Allah ﷻ berfirman :

أَيَحْسَبُ الْإِنْسَانُ أَنْ يُتْرَكَ سُدًى

"Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?"
(QS. Al-Qiyamah : 36).

Ingin memperoleh kenikmatan didunia ini memang tak pernah habis dan tak pernah puas. Kesibukan satu akan diikuti kesibukan lainnya. Waktu yang kejar mengejar itu akan habis, tidak terasa bagi manusia. Ketika telah sampai pada batas, barulah manusia itu sadar, namun sayang waktu beramal telah terlambat..

Jangan terlalu mengejar dunia, jangan pula meninggalkan akhirat. Dunia akhirat sama sama dikejar, namun demikian yang harus dimenangkan dan dilebihkan adalah hidup akhirat. Sebap itulah tujuan manusia yang terakhir. Dunia yang dikejar kelak akan ditinggalkan, sedang akhirat dikejar, karena sudah pasti kita akan menemuinya. Akhirat adalah tempat yang kekal bagi orang orang yang beriman. Disana ia akan mendapatkan jerih payahnya selama hidupnya.

Perlu diingat juga, bahwasannya kebahagiaan manusia di akhirat kelak bergantung pula dengan cara hidupnya didunia. Bagusnya kehidupan dunia seseorang secara islami menentukan pula hidupnya diakhirat. 

Allah ﷻ berfirman :

بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا ﴿١٦﴾ وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ

"Akan tetapi kamu lebih banyak memilih kehidupan duniawi, padahal kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal".(QS. Al-A'la : 16-17).

Dalam mengatur waktu kehidupan duniawi, sebaiknya perlu kita memperhatikan beberapa hal, yaitu :

1. Utamakan kehidupan akhirat dan jadikan hidup didunia sebagai jembatan menuju akhirat yang baik lagi kekal
2. Berpaculah dengan waktu untuk beribadah kepada Allah ﷻ
3. Mengejar dunia tidak ada habisnya
4. Hargailah waktu, jangan gunakan waktu hanya untuk bersenang senang dan sia sia
5. Pergiatlah waktu beramal sebelum tibanya waktu ajal
6. Perketat waktu ibadah sebelum datang waktu berserah
7. Jangan menunda amal bakti sebelum datang waktu mati
8. Aturlah waktu untuk beramal agar kelak tidak menyesal

Semoga renungan ini dapat menggugah hati nurani kita, sehingga kita tidak mau lagi membuang-buang umur dengan sia-sia, apalagi bersuka cita pada saat umur kita berkurang. Sebuah pepatah mengatakan, "Kuburan akan datang kepada setiap orang dengan kecepatan 60 menit per jam, tidak peduli sekaya atau sesehat apapun ia sekarang".

WaAllahu a'lam..
Barakallahu Fiikum
Wa Zadanallah 'ilman wa hirsho.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "BERPACULAH DENGAN WAKTU UNTUK BERIBADAH KEPADA ALLAH, KARENA UMUR PADA HAKIKATNYA BERKURANG"

Posting Komentar