BERKAH WAKTU FAJAR-SUBUH - Mata Laki

BERKAH WAKTU FAJAR-SUBUH




B E R K A H   W A K T U   F A J A R - S U B U H
___________________________________________

Sahabat ...
Dari 24 jam waktu,  1/3 malam terakhir adalah waktu yang paling istimewa, sekitar jam 02.00 sampai waktu subuh, dari waktu subuh sampai waktu syurug juga waktu yang sangat baik untuk berdzikir kepada Allah ﷻ. ..

ما أجمل الفجر

Betapa eloknya waktu Fajar

(١) فريضته تجعلك في ذمة الله

Shalat fardhunya menjadikanmu berada di bawah perlindungan Allah

(٢) وسنته خير من الدنيا وما فيها

Shalat Sunnahnya lebih baik daripada dunia dan seisinya

(٣) وقرآنه ان قرآن الفجر كان مشهودا

Membaca al-Qur'an (di saat sholat shubuh), maka sesungguhnya membacanya di saat fajar itu disaksikan (malaikat)

➖➖➖➖➖➖

1. Nabi  ﷺ bersabda ;

«مَن صَلَّى الصُّبحَ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ»

"Siapa yang mengerjakan sholat shubuh maka ia berada di dalam perlindungan Allah."
( HR. Muslim ).

2. Nabi ﷺ  bersabda ;

«ركعتا الفجر خير من الدنيا وما فيها»

"Shalat (sunnah) dua rakaat di waktu Fajar itu lebih baik daripada dunia dan seisinya." ( HR. Muslim )

3. Allah ﷻ berfirman ;

(أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِدُلُوكِ ٱلشَّمۡسِ إِلَىٰ غَسَقِ ٱلَّیۡلِ وَقُرۡءَانَ ٱلۡفَجۡرِۖ إِنَّ قُرۡءَانَ ٱلۡفَجۡرِ كَانَ مَشۡهُودࣰا)

"Laksanakanlah shalat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula shalat) Subuh. Sungguh, shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat)." ( QS. Al-Isra': 78)

Kata Syaikh Abdurrahman as-Si'di rahimahullah, bahwa kata قرآن الفجر itu maksudnya adalah shalat shubuh. Beliau berkata,

وسميت قرآنا، لمشروعية إطالة القرآن فيها أطول من غيرها، ولفضل القراءة فيها حيث شهدها الله، وملائكة الليل وملائكة والنهار.

(Shalat shubuh di ayat ini) dinamakan Qur'an karena disyariatkan untuk memanjangkan bacaan al-Qur'an di waktu tersebut lebih panjang daripada waktu lainnya. Juga adanya keutamaan membaca di waktu tersebut karena disaksikan Allah dan juga disaksikan Malaikat malam dan siang.

Kebiasaan Rasulullah ﷺ berdiam di masjid setelah shalat subuh , setelah matahari terbit barulah beliau ﷺ pulang ke rumah ..

An Nawawi dalam Shahih Muslim membawakan bab dengan judul 'Keutamaan tidak beranjak dari tempat shalat setelah shalat shubuh dan keutamaan masjid'. Dalam bab tersebut terdapat suatu riwayat dari seorang tabi'in –Simak bin Harb-. Beliau rahimahullah mengatakan bahwa dia bertanya kepada Jabir bin Samuroh,

أَكُنْتَ تُجَالِسُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-

"Apakah engkau sering menemani Rasulullah ﷺ duduk?"

Jabir menjawab,

نَعَمْ كَثِيرًا كَانَ لاَ يَقُومُ مِنْ مُصَلاَّهُ الَّذِى يُصَلِّى فِيهِ الصُّبْحَ أَوِ الْغَدَاةَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ فَإِذَا طَلَعَتِ الشَّمْسُ قَامَ وَكَانُوا يَتَحَدَّثُونَ فَيَأْخُذُونَ فِى أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ فَيَضْحَكُونَ وَيَتَبَسَّمُ.

"Iya. Beliau Rasulullah ﷺ Biasanya tidak beranjak dari tempat duduknya setelah shalat shubuh hingga terbit matahari. Apabila matahari terbit, beliau shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri (meninggalkan tempat shalat). Dulu para sahabat biasa berbincang-bincang (guyon) mengenai perkara jahiliyah, lalu mereka tertawa. Sedangkan Rasulullah ﷺ hanya tersenyum saja." ( HR. Muslim no. 670 )

# Keutamaan mmengerjakan shalat isyroq dua raka'at adalah mendapatkan pahala haji dan umroh. Akan tetapi shalat ini tidak bisa menggantikan ibadah haji dan umroh, namun hanya sama dalam pahala dan balasan saja.

Keutamaan Shalat Isyroq

Dari Abu Umamah, Rasulullah ﷺ bersabda,

مَنْ صَلَّى صَلاةَ الصُّبْحِ فِي مَسْجِدِ جَمَاعَةٍ يَثْبُتُ فِيهِ حَتَّى يُصَلِّيَ سُبْحَةَ الضُّحَى، كَانَ كَأَجْرِ حَاجٍّ، أَوْ مُعْتَمِرٍ تَامًّا حَجَّتُهُ وَعُمْرَتُهُ

"Barangsiapa yang mengerjakan shalat shubuh dengan berjama'ah di masjid, lalu dia tetap berdiam di masjid sampai melaksanakan shalat sunnah Dhuha, maka ia seperti mendapat pahala orang yang berhaji atau berumroh secara sempurna." ( HR. Thabrani )

Dari Anas bin Malik, Rsulullah ﷺ bersabda,

« مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ ». قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ »

"Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama'ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka'at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh." Beliau pun bersabda, "Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna." ( HR. Ath Tirmidzi no. 586 )

والله تعالى أعلم

• • • • • • • • • • • • • • • • • • •
Keutamaan menunjukkan kebaikan :

Dari Ibnu Mas'ud رضي الله عنه bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa menunjukkan (seseorang) kepada kebaikannya, ia memperoleh pahala seperti pahal orang yang melakukannya."  ( HR. Muslim )

َوَعَنْ أَبِي مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ, فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ )  أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ

[ Bulughul Maram no. 1494 ]

بارك الله فيكم

26 Muharram 1441 H

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "BERKAH WAKTU FAJAR-SUBUH"

Posting Komentar