KETIKA TIDUR - PUN BERNILAI PAHALA - Mata Laki

KETIKA TIDUR - PUN BERNILAI PAHALA



KETIKA TIDUR - PUN  BERNILAI PAHALA 
_________________________________________

Rutinitas keseharian sebagai seorang muslim, senantiasa berharap kebaikan , disela kesibukan aktifitas dalam beristirahat pun hendaknya kita berusaha dalam keadaan baik , mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ .

Dari Abu Darda' رضي الله عنه mengatakan, Rasulullah ﷺ bersabda :

مَنْ أَتَى فِرَاشَهُ وَهُوَ يَنْوِي أَنْ يَقُومَ يُصَلِّي مِنَ اللَّيْلِ فَغَلَبَتْهُ عَيْنَاهُ حَتَّى أَصْبَحَ كُتِبَ لَهُ مَا نَوَى وَكَانَ نَوْمُهُ صَدَقَةً عَلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ

Barangsiapa mendatangi pembaringannya dengan meniatkan bangun malam untuk mengerjakan shalat malam akan tetapi ia dikalahkan oleh kedua matanya (tertidur) hingga shubuh maka dituliskan baginya apa yang telah ia niatkan dan tidurnya menjadi sedekah baginya dari Rabbnya ﷻ .
( HR. an-Nasâ'I, no. 687 dan Shahihun Nasâ'I, I/386 )

Beberapa amalan sebelum tidur : 

1. Berwudhu sebelum tidur

Dari Abdullah bin Umar رضي الله عنه bahwa Rasulullah ﷺ bersabda ,

مَنْ بَاتَ طَاهِرًا، بَاتَ فِي شِعَارِهِ مَلَكٌ، فَلَمْ يَسْتَيْقِظْ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فُلَانٍ، فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا

"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci.'" ( HR. Ibnu Hibban 3/329. Syuaib Al-Arnauth mengatakan, Perawi hadis ini termasuk perawi kitab shahih )

2. Membaca Surat Al ikhlas, Al Falaq, An Naas 

وًفٍي رٍوًايًةٍ لَهُمُا : أَنَّ النَّبِيَّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – كَانَ إذا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ، ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرأَ فِيْهِمَا : (( قُلْ هُوَ اللهُ أحَدٌ ، وَقَلْ أعُوذُ بِرَبِّ الفَلَقِ ، وَقُلْ أعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ )) ثُمَّ مَسَحَ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ ، يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوجْهِهِ ، وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ ، يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ . مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Dalam riwayat lain oleh Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Nabi ﷺ apabila menghampiri tempat tidurnya, beliau menyatukan kedua telapak tangannya kemudian meniupnya, lalu membacakan pada keduanya, "Qul huwallahu ahad, Qul a'udzu birobbil falaq, Qul a'udzu birobbin naas." Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangannya ke seluruh tubuhnya yang dapat ia jangkau. Beliau mulai dari kepala, wajah, dan bagian depan tubuhnya. Beliau melakukan itu tiga kali. ( Muttafaqun 'alaih ) [ HR. Bukhari no. 6320 dan Muslim no. 2714 ]

3. Berdoa sebelum tidur 

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوْتُ وَأَحْيَا

Bismika allahumma amuutu wa ahyaa.

Artinya:
"Dengan namaMu, ya Allah! Aku mati dan hidup." (Dibaca 1 x)
( HR. Bukhari no. 6312 dan Muslim no. 2711 )

4. Berdzikir sebelum tidur

سُبْحَانَ اللهِ (33×)

الْحَمْدُ لِلَّهِ (33×)

اللهُ أَكْبَرُ (34×)

Subhanallah (33 x)

Alhamdulillah (33 x)

Allahu Akbar (34 x)

Artinya:
"Maha suci Allah (33 x), segala puji bagi Allah (33 x), Allah Maha Besar (34 x)."

Faedah: Bacaan di atas lebih baik daripada memiliki pembantu di rumah. Demikian dikatakan oleh Nabi ﷺ pada puterinya, Fatimah dan istri tercintanya, 'Aisyah رضي الله عنها .( HR. Bukhari no. 3705 dan Muslim no. 2727 )

Dan tentunya memohon kepada Allah ﷻ supaya di bangunkan di waktu terbaik , waktu 1/3 malam terakhir untuk banyak berdoa , bermunajat , berdzikir shalat dan banyak Istighfar di waktu sahur , sebagaimana gambaran orang-orang taqwa yang di sebutkan dalam Al Quran :

الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ 

 orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur. ( QS. Ali Imran : 17 )

Allah ﷻ berfirman :

وَالْعَصْرِ ﴿١﴾ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Demi masa ! Sungguh, semua manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih (kebajikan) serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk menetapi kesabaran. [ QS : Al - 'Ashr :1-3 ]

والله تعالى أعلم

Keutamaan menunjukkan kebaikan :

Dari Ibnu Mas'ud رضي الله عنه bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa menunjukkan (seseorang) kepada kebaikannya, ia memperoleh pahala seperti pahala orang yang melakukannya."  ( HR. Muslim )

َوَعَنْ أَبِي مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ, فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ )  أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ

[ Bulughul Maram no. 1494 ]

بارك الله فيكم

17 Jumadil awal 1441 H

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "KETIKA TIDUR - PUN BERNILAI PAHALA"

Post a Comment